Showing posts with label Budidaya Lele. Show all posts
Showing posts with label Budidaya Lele. Show all posts

Sunday, March 9, 2014

Ransum Pelet Pakan Ikan Lele

Ransum pelet pakan ikan lele apabila kita tengok dari label yang terdaftar dalam komposisi bahan pakan ternak yang di jual oleh pokphand maupun japfa amatlah complex, hal semacam ini lantaran mereka mencantumkan zat penyusun pelet ikan lele bukan hanya bahan pangan penyusun pakan ikan lele itu. Mesi demikian zat kandungan pada pelet itu dapat kita susuri bahan pakannya, seperti mineral dapat diperoleh dari tepung tulang atau dolomite, protein kasar dapat diperoleh dari jagung serta dedak. Karenanya sekali ini kita bakal menuliskan ransum untuk pelet pakan ternak ikan lele.

Ransum Pelet Pakan Ikan Lele

Kandungan utama untuk pakan ikan yaitu : karbohidrat, protein, vitamin serta mineral. Dari logika zat makanan itu maka kita dapat membuat serta menyiapkan bahan pangan ternak yang disebut sumber dari karbohidrat, lemak, protein, vitamin serta mineral yang bisa di-mixer dengan mesin atau manual jadi pelet ikan lele. Misal Beberapa bahan itu seperti berikut :

Sumber karbohidrat:
Dedak halus; dapat diperoleh dengan mudah dari mesin penggilingan padi di seluruh Indonesia atau dibeli di poultry shop, nama lain dari dedak halus ini adalah bekatul dan merupakan sumber karbohidrat dalam pelet ikan lele yang akan kita buat.

Tepung jagung, dapat juga digunakan jagung giling yang tidak terlalu halus selain sebagi sumber karbohidrat tepung jagung ini juga mengandung protein nabati. Harga tepung jagung memang cukup mahal jadi bisa juga dicari alternatif lain seperti tepung sagu.

Sumber protein:
Tepung ikan, dijual di poultry shop dan bisa juga dibuat sendiri dari ikan kering yang ditepungkan. Coba anda perhatikan pakan ikan lele dari pabrik pakan ternak, selalu beraroma ikan. Aroma ikan itu berasal dari tepung ikan ini sebagai sumber protein pada pelet tersebut.

Bungkil kelapa, bungkil kelapa juga mudah didapatkan hampir semua poultry shop menjual bungkil kelapa ini, peran bungkil kelapa dalam pelet ikan adalah sebagai sumber protein nabati dan lemak.

Sumber Vitamin:
Dalam membuat pelet ikan ini kita akan menggunakan minyak ikan sebagai sumber vitamin terutama untuk vitamin A, dan vitamin C untuk ternak yang bisa dibeli secara eceran di poultry shop. Vitamin A berperan penting untuk pertumbuhan dan kesehatan ternak begitu juga dengan vitamin C yang sangat berguna menjaga agar ikan lele menjadi aktif serta merangsang nafsu makan.

Sumber mineral
Sumber mineral ini dapat dimanfaatkan tepung tulang, tepung dolomite atau secara praktis diebeli mineral tepung di poultry shop, harga mineral per Kg saat ini sekitar Rp. 6000. Semua mineral untuk ternak bisa dignakan untuk campuran pembuatan pelet ikan ini. 

Alat yang digunakan :
Karena kita akan membuat pelet pakan ikan dalam jumlah kecil maka kita akan menggunakan alat sederhana dan mudah didapatkan di pasaran. Namun bila kita ingin membuat pelet dalam jumlah besar maka sebaiknya dibeli pellet mill machine yang dijual di toko mesin-mesin ternak. Jadi alat sederhana yang akan kita gunakan adalah:

  1. Ember
  2. Sendok
  3. Plastik kaca kurang lebih 1 m2
  4. Kantong plastik 2 kg 3 buah (plastik gula/ es batu)

Cara membuat :

Buat adonan dari beberapa bahan tertulis diatas dengan memberikan air, adonan di sini mesti mirip adonan kue yg tidak terlampau kering serta tak terlalu cair. Perbandingan bahan pelet ikan itu yaitu : 40% berbahan karbohidrat, 30% berbahan protein, 10% berbahan lemak, 10% berbahan mineral serta 10% berbahan vitamin. Sesudah bahan pelet itu seluruhnya digabung dalam wujud adonan masukkan dalam kantong plastik, lobangi ujung kantong plastik, ikat kantong plastik itu lalu lobangi ujung pojok kantong plastik yang telah diisi adonan dengan paku 5 inci. Kemudian pencet kantong plastik sampai keluarkan adonan dalam wujud benang-benang panjang, pencet dengan cara memanjang (seperti mie) diatas plastik kaca yang telah diolesi minyak. sesudah seluruhnya adonan beralih jadi wujud mie taburi dengan tepung jagung dengan cara tidak tebal (supaya pelet tak menyatu saat pengeringan), kemudian potong-potong jadi pelet ikan lele sesuai dengan ukuran ternak lele anda sekarang ini. paling akhir yaitu menjemur pelet ikan lele itu, baiknya janganlah menjemurnya di bawah cahaya matahari lantaran bisa kurangi kandungan vitamin B. 

Mesin pelet ikan dapat anda dapatkan di penjual mesin-mesin pertanian, atau penjual mesin pembuat tepung. Umumnya di sana telah di jual mesin pembuat pelet ikan, apabila tak ditemukan mesin pembuat pelet anda dapat beli mesin pembuat mie.

Ciri-Ciri Bibit Ikan Lele Yang Baik

Tanda-tanda bibit ikan lele yang baik untuk budidaya ikan lele di kolam terpal maupun di kolam tanah terlebih type sangkuriang benar-benar butuh di ketahui oleh tiap-tiap petani ikan ini. Keberhasilan usaha ikan lele benar-benar tergantung pada mutu bibit yang diambil, makin baik bibit maka makin kecil kemungkinan kerugian yang bakal dijamin. Dengan cara analisis rugi laba terang tampak bahwasanya bibit terhitung satu diantara aspek produksi terutama tak hanya pakan serta obat-obatan ikan lele. Karenanya saat ini bakal kita buat tanda-tanda bibit ikan lele yang baik dengan cara garis besar serta bisa dianalisa dengan cara kasat mata.

Gerakan bibit lele yang lincah, bila bibit lele tampak lemas serta kurang gerakan atau gerakannya cuma maju mundur saja maka baiknya ikan lele ini tak dibeli. Gerakan yang lincah yang disebut di sini yaitu gerakan berenang yang aktif serta benar-benar responsive. Langkah memastikan responsive atau tidak yaitu dengan memasukkan ujung jari ke wadah penampung bibit, atau mencemplungkan batu kedalam wadah bibit, bila bibit lele itu aktif maka mereka bakal benar-benar tanggapan pada aksi itu.

Permukaan tubuh yang mulus serta sewarna, bila anda temukan bibit lele yang permukaan kulitnya lecet-lecet baiknya bibit ini janganlah dibeli. Bibit lele yang baik memilii warna badan yang sewarna (biasanya cokelat tua atau hitam kemerah-merahan). Makin banyak lecet pada permukaan badan bibit lele maka makin tinggi kemungkinan kematian lele itu.

bibit ikan lele

Dapat bergerak melawan arus yang lembut, langkah memastikan hal semacam ini pada bibit lele yaitu dengan memiringkan wadah bibit ikan lele dengan cara perlahan-lahan, bila dengan cara umum atau sebahagian besar bibit bergerak melawan arus yang terwujud maka bisa diambil kesimpulan bibit itu dalam situasi baik. Sebaliknya beberapa besar bibit ikan lele segera terbawa arus maka baiknya bibit ini janganlah dibeli.

Cermati juga kelengkapan dari sisi badan bibit itu, adapun bagian-bagian bibit ikan lele yang baik yaitu ;  tubuh, 2 pasang sirip bawah (sisi leher serta tengah tubuh), sirip punggung sepanjang tubuh, sungut yang komplit (4 pasang). Makin prima bagian-bagian badan bibit lele maka makin baik nilai bibit itu. Janganlah beli bibit lele yang cacat atau ada sisi dari badan yg tidak prima.

Bila ke empat hal di atas telah di perhatikan dengan cara seksama serta mempunyai nilai yang baik maka semoga anda tak lagi menentukan bibit ikan lele yang salah atau lemah. kesehatan bibit bakal memengaruhi hasil panen, bila kita menentukan bibit yang salah ada kalanya kita membuang-buang pakan saja dalam memeliharanya karena kerap ditemukan seseorang petani di mana ikan lele yang dipelihara yaitu type lele kerdil.

Cara Budidaya Ikan Lele Di Kolam Terpal

Langkah budidaya ikan lele di kolam terpal nyaris sama juga dengan membudidayakan lele di kolam tanah, perbedaan cuma terdapat pada media serta tehnik pemupukan kolam lele. Kolam lele yang terbaik yaitu kolam yang sesuai antara lebar kolam dengan populasi bibit lele yang ditebar. Standart kemampuan kolam lele yaitu 100 ekor/m3 (1 meter panjang x 1 m lebar x 1 m tinggi air). Seluruhnya type lele (sangkuriang, dumbo serta yang lain) bisa dipelihara di kolam terpal.

Keunggulan pelihara ikan lele di kolam terpal diantaranya :

  • Terpal mudah didapatkan, dan harganya cukup murah
  • Kontaminasi dengan tanah yang tidak diketahui kualitasnya dapat dihindari.
  • Kontrol air mudah diatur baik dari segi kualitas maupun kuantitas air
  • Meminimalisir hama yang sering terdapat di permukaan tanah seperti berang-berang dan sejenis bakteri.
  • Praktis dalam pemanenan lele.
kolam terpal budidaya lele


Pada mulanya kita mesti bikin rencana khususnya tentang jumlah bibit lele yang bakal kita tebar, hal semacam ini untuk sesuaikan luas kolam yang bakal kita buat. Janganlah bikin kolam ikan lele terlampau besar maupun terlampau kecil. Sesudah kita meyakinkan jumlah ikan lele yang bakal kita rawat kita telah dapat bikin kolam terpal dengan perosedur tersebut.

Pertama gali tanah setinggi 1,5 m dengan luas 1 m untuk 100 ekor lele. Sesudah tanah itu digali tekan-tekan permukaan galian sampai rata, jauhkan kerikil, bebatuan serta benda keras yang lain dari permukaan galian kolam tanah. Semprot galian tanah itu dengan disinfektan untuk aksi sanitasi. Setelah disanitasi biarlah galian kolam itu sepanjang tiga hari. 

Gunakan terpal seluas galian yang kita buat, lebihkan terpal selebar 50 cm di tiap-tiap segi galian. Untuk menahan terpal yang bakal di isi air jadi kolam dapat menimbunnya dengan tanah atau dipancang dengan kayu. Terpal yang dipakai yaitu terpal yang bisa bertahan sepanjang 3 bulan dalam rendaman air misalnya ; terpal tenda atau terpal plastik kaca tidak tipis.

Untuk bikin air awal kolam terpal ini ada dua langkah yaitu :

  1. Air awal yang mengandung banyak plankton didapatkan dari kolam khusus untuk pembuatan air plankton, caranya selain membuat galian untuk kolam terpal kita juga membuat satu kolam tanah khusus untuk membuat air yang mengandung banyak plankton dengan cara pemupukan. Adapun langkah-langkahnya: buat galian kolam dari tanah seluas yang diperlukan, isi kolam tersebut dengan kompos sapid an biarkan selama 3 hari. Selanjutnya isi kolam tersebut dengan air bersih (jangan air PDAM) dan biarkan kurang lebih selama seminggu hingga air berubah menjadi kehijauan (artinya duah banyak plankton untuk pakan ikan lele nantinya). Air inilah yang dikuras dan dipindahkan ke kolam terpal.
  2. Cara kedua, membuat air plankton langsung di kolam terpal ikan lele. Caranya setelah terpal dipasang isi dengan kompos sapi (feces sapi), biarkan selama 3 hari, selanjutnya isi air bersih. Biarkan kolam terpal selama seminggu baru dimasukkan bibit lele.
Dari ke-2 langkah pemupukan kolam terpal di atas maka untuk ikan lele langkah yang terbaik yaitu langkah pertama yaitu lakukan pemupukan air di kolam terpisah. Hal semacam ini barangkali lantaran plankton cuma baik untuk konsumsi bibit ikan lele, sedang untuk lele yang telah besar tambah baik memakai pakan pelet. Berikan atap pada kolam ikan lele benar-benar disarankan, hal semacam ini untuk hindari kontaminasi air hujan yg tidak baik untuk perkembangan ikan lele lantaran air hujan memiliki kandungan asam.

Sekian saja dari admin, mungkin sobat pembaca juga berminat untuk membaca Cara Memulai Ternak Ikan Lele.

Cara Memulai Ternak Ikan Lele

Langkah mengawali ternak ikan lele yaitu garis-garis besar langkah mengawali beternak ikan khususnya ikan lele, sekarang ini yang paling popular yaitu ternak lele sangkuriang. Keunggulan dari sangkuriang ini yaitu ketahanannya pada beragam jenis penyakit dan kecepatan pertumbuhannya yang mempesona. Perkembangan lele sangkuriang ini cepat, dalam 3 bulan seseorang peternak telah bisa lakukan panen ikan lele ukuran yang baik untuk di jual di pasar. Bibit lele sangkuriang gampang diperoleh, nyaris seluruhnya balai benih ikan punya pemerintah daerah jual bibit ikan lele sangkuriang ini. Harga bibit ikan lele sangkuriang juga terhitung murah dimulai dari Rp 50/ekor.

budidaya lele

Langkah mengawali budidaya ternak ikan lele ini nyaris sama juga dengan ternak lele jumbo, yang diperlukan yaitu seperti berikut :

  • Lahan yang akan dijadikan kolam untuk ternak lele sangkuriang, 1 m bujursangkar idealnya bisa menampung 200 bibit ikan lele. Wadah, wadah disini dalam artian anda ingin memlihara lele di tempat yang bukan kolam, seperti drum, tong, bak dan sebagainya, aturan ukuran idealnya tetap sama dengan memelihara lele di kolam.
  • Air yang mengandung plankton untuk pakan ikan lele terutama untuk benih yang baru masuk kolam. Cara mendapatkan air yang mengandung plankton ini dibutuhkan pemupukan kolam dan pemberian kompos kotoran ruminansia yang direndam selama seminggu hingga warna air berubah menjadi kehijauan.
  • Atap, ternak lele sangat membutuhkan atap yang melindungi kolam lele dari masuknya air hujan. Air hujan memiliki kandungan asam yang tidak baik untuk kesehatan ternak lele, biasanya di kolam terbuka tingkat kematian ikan lele lebih tinggi daripada kolam yang tertutup atap.
  • Bibit lele sangkuriang yang sehat, setiap membeli bibit ikan lele perhatikan kondisi bibit ikan tersebut, yang perlu diperhatikan adalah gerakan bibit, sebaiknya gerakan bibit ikan terlihat lincah dan normal, badan yang sempurna; perhatikan seluruh badan bibit ikan lele apaka terdapat lecet-lecet atau tidak, biasanya bibit ikan lele yang dikirim dari jarak jauh sering kita temukan lecet pada sekujur tubuh bibit lele seperti ini kualitasnya tidak baik.
  • Pakan, pakan harus disiapkan sedini mungkin baik dalam betuk pelet ataupun konsentrat yang dibuat sendiri.

Deskripsi singkat memualai ternak lele : buat persiapan tempat untuk beternak (kolam atau tong atau drum), sterilisasi kolam ikan itu dengan disinfektan kemudian biarlah bakalan kolam ikan lele selama 3 hari dalam situasi kering, kerjakan pemupukan serta peng-komposan dengan kotoran sapi biarlah kering sepanjang 3 hari, setelah itu isi air serta biarlah sepanjang satu minggu sampai air beralih warna hijau kehitaman yang mengisyaratkan telah ada banyak jasad renik untuk pakan bibit ikan lele. Sesudah satu minggu masukkan bibit ikan lele kedalam kolam serta dengan cara teratur pantau perkembangan ikan lele itu dan kontrol pemberian pakan.

Tulisan ini memang kami bikin singkatnya supaya pembaca bisa mengerti rencana basic ternak lele serta tak jemu dalam membacanya. Sekian saja dari admin, dan terimakasih semoga sukses selalu buat anda. Untuk artikel budidaya hewan yang lain silahkan buka artikel berkategori Budidaya.